Loading...

Cari Blog Ini

Memuat...

Senin, 17 Mei 2010

Kolostomi

Kolostomi berasal dari kata Yunani colon yang berarti usus dan stoma yang berarti mulut. Kolostomi adalah jenis operasi yang dilakukan untuk membuat lubang pembuangan sementara. Kolostomi menurut dr A Sp.BA termasuk operasi besar pada bayi karena organ bayi masih belum cukup kuat, sehingga perlu dilakukan bius total. operasi ini menurutnya dilakukan dalam waktu yang relatif pendek yaitu 1/2 jam. operasi Kolostomi dilakukan dengan membedah bagian perut sebelah kiri dengan membagi melubangi perut dengan diameter relatif kecil dan mengangkat usus besar keluar permukaan tubuh. ibarat selang,penampang usus dipotong menjadi 2 bagian. bagian pertama adalah bagian untuk pembuangan dan bagian kedua adalah sisa usus yang tak bersyaraf. setelah dioperasi, usus besar yang sebagian tampak keluar terlihat memerah seperti daging segar.karena itu, perlu dilindungi atau ditutup dengan kain kasa atau kantung kolostomi.
Steura

Mengenal Hirschprung

Hirschprung adalah nama seorang dokter Swedia yang menemukan gejala penyakit usus besar yang tidak memiliki syaraf (dr A SpBA). Melalui konsultasi dengan dr SpA & SpBA, kami mengetahui bahwa Hirschprung adalah penyempitan usus besar akibat tidak adanya syaraf di usus besar baik sebagian maupun keseluruhan (long/ short section). syaraf pada usus berfungsi untuk memerah dan menggerus dinding usus menggerakkan tinja ke arah pembuangan. kondisi usus besar yang tak bersyaraf mengakibatkan tinja tersumbat keluar dari pembuangan. untuk mengetahui seorang bayi Hirschprung, maka dr A Sp.BA biasanya menyarankan difoto kontras enema untuk memastikan letak usus yang tak bersyaraf. pada bayi kami, dr menyarankan untuk difoto kontras dari atas (mulut) dan dari bawah (lubang anus). apa yang dilakukan jika seorang bayi mengalami gejala itu? dr A SpBA menyarankan kami untuk melakukan operasi kolostomi (operasi untuk membuat lubang pembuangan buatan-sementara di samping perut pinggang kiri). setelah operasi kolostomi dilakukan, setelah 6 bulan dilakukan pull through, operasi kedua yang dilakukan untuk memotong bagian usus besar yang tak bersyaraf.
Steura

Buka Lembaran

Ada secercah harapan ketika kami orang tua bayi tercinta Aksara mempromosikan media ini. sebelum bayi kami menjalani operasi kolostomi, perasaan kami sering gundah gulana karena kurangnya informasi atas penyakit yang diderita bayi kami. sedikit demi sedikit, informasi tentang penyakit bayi, kami kumpulkan dari browsing, dokter, suster. Hal itu lantas tidak memuaskan dan menguatkan kami. Sebenarnya banyak pertanyaan yang melintas dalam benak kami yang meninggalkan banyak tanda tanya, misalnya tentang mengapa bayi kami tidak memiliki syaraf di bagian usus besarnya?, mengapa dokter melakukan kolostomi pada bayi kami?, bagaimana kami membayar biaya rumah sakit setelah dirawat 3 minggu ini? atau pertanyaan yang menyerempet teodise: mengapa Tuhan mengizinkan penderitaan pada bayi kami?Semua itu kemudian mendorong kami untuk mendekati penderitaan bayi kami sebagai misteri hidup yang tampaknya perlu diselami dari semua dimensi hidup dengan cara ikut merasakan dan mengetahui apa yang dirasakan dan dibutuhkannya. sehingga kebenaran atas penderitaan bayi kami yang terbaring lemah dapat dilihat secara menyeluruh (das wahre ist das ganze seperti kata filsuf Hegel), tidak semata dari segi medis, tetapi juga bisa dilihat dari dimensi psikologis, teologis bahkan dari dimensi ekonomi ikut memainkan peranan penting.

informasi-informasi dalam tulisan ini dikumpulkan melalui narasi pengalaman hidup dari kami orang tuanya yang ikut merasakan penderitaan bayi kami. Selain itu, akses layanan alat kesehatan kantung kolostomi kami juga promosikan sebagai bagian kebutuhan bayi penderita dan bayi kami. Karena informasi-informasi dari kami mungkin belum sempurna dan menyeluruh, maka kami mengundang kawan-kawan, bapak-ibu, saudara-i untuk terlibat mengomentari dan melengkapi informasi yang ada. semoga tukar informasi menjadikannya menyeluruh
Steura